Sakaratul Maut Sakaratul maut adalah sebuah pertarungan dahsyat yang telah ditetapkan Allah akan dihadapin oleh sekalian yang hidup, sesuai dengan firmannya : Semua yang ada di bumi akan binasa. dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (QS Al-Waqiah[56]: 83-87).
Tidaklah kematian itu melainkan bagaikan seorang laki-laki dipukul dengan ranting dari pohon bidara atau pohon thalah (sebuah pohon yang duri-duri rantingnya seperti pancing) yang masing-masing duri dari ranting tersebut tertusuk dan terkait di badan laki-laki tersebut. Lalu duri-duri itu dicabut dengan kuat sehingga setiap daging yang terkait olehnya ikut tercabut dengannya. Begitulah pertarungan yang dahsyat dengan maut, yang semua orang pasti akan merasakannya, baik orang yang durhaka maupun yang shaleh.
Perhatikanlah kehidupan yang sebenarnya ini. Hidup bukanlah untuk makan, bermain, memperturutkan nafsu syahwat, menikmati hiburan2 yang menggoda, melakukan perbuatan2 jelek dan keji, bernyanyi dengan lagu-lagu jorok, membaca majalah-majalah porno, dan duduk di pesta hura2, karena hidup yang seperti ini hanyalah sebuah kehidupan yang hampa tanpa makna; hidup yang seperti ini hanyalah berupa angan-angan kosong yang takkan memberikan manfaat sedikit pun, malah akan mendatangkan kesengsaraan dan penyesalan yang luar biasa.
Maka jadilah kamu anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia, karena hari ini adalah hari beramal, bukan hari dihisab. Sedangkan esok adalah hari dihisab, bukan hari beramal. Cintailah hidup ini untuk tiga perkara, selain mencari rizki di dunia: 1. Untuk berpuasa di siang hari 2. Untuk qiyamullail di malam hari 3. Untuk berkumpul di majelis-majelis dzikir |