jauh di lubuk hatiku masih terukir namamu jauh didasar jiwaku engkau masih kekasihku tak bisa ku tahan laju angin untuk semua kenangan yang berlalu hembuskan sepi merobek hati meski raga ini tak lagi milikmu namun di dalam hatiku sungguh engkau hidup entah sampai kapan kutahankan rasa cinta ini jauh di lubuk hatiku masih terukir namamu jauh didasar jiwaku engkau masih kekasihku dan ku berharap semua ini bukanlah kekeliruan seperti yang kukira seumur hidupku akan menjadi doa untukmu jauh di lubuk hatiku masih terukir namamu jauh didasar jiwaku engkau masih kekasihku andai saja waktu bisa terulang kembali akan kuserahkan hidupku disisimu namun ku tahu itu tak kan mungkin terjadi rasa ini menyiksaku sungguh2 menyiksaku
Kalau denger lagu ini kok kena banget ya ama gue, merobek hati - parah banget nih lagu - gue sekali. Mungkin itulah cinta, rasa sayang, benci, marah, rindu, cemburu jadi satu ... sulit mengartikannya. Disini pengen jujur, walaupun jalani hidup dengan orang lain - tetap dihati ini dia hidup. Namun gue tahu itu kayaknya gak mungkin dan rasa ini sungguh2 menyiksa. Entah kesalahan dan kebodohan siapa semua ini harus terjadi dan hanya menyisakan dilema yang panjang, rasa ini sungguh2 menyiksa. Andai saja waktu bisa terulang kembali - akan gue serahkan hidup disisinya. Sekarang rasanya datar - hati tak lagi bergetar - meski seseorang menyatakan tulus sayang - dan setia temani hati yang kosong. Gue seperti perahu kecil di tengah lautan luas yang terhempas ombak - lelah terombang-ambing - kenapa tak kau tenggelamkan saja perahu kecil ini - biar tak lagi perih mendera.
Katanya inilah takdir, tapi mungkin gue aja yang kurang berjuang, tapi nyali ini rasanya belum mampu tuk ungkapan semua - mengorbankan hati orang lain dan apa iya cinta bisa kembali? kalau saja gue berani melakukan hal itu - entah apa nanti jawabnya - hati ini takut cinta-nya terlanjur membeku - mungkin itulah baru yang namanya takdir - lalu gue harus gimana - perjalanan hati ini menguras airmata. Apa ini karma? |