Gue ketemu dia semalem seseorang yang ngeblame dirinya secret admire gue. Dia minta lagi waktu gue untuk bisa jalan sama dia entah kapan harinya terserah gue. Gue rasa hal ini gak salah kan, toh gue hanya anggap dia as a friend. Dia tanya cowo gue dah balik apa blom? gue bilang dia masih di jakarta. Dia temen mantan gue, rasanya aneh ... tapi yah gue gak mau perduli perasaan dia ke gue, he just a friend buat gue. Kurang lebih dia jadi suka nanya2 mantan gue itu, apa gue masih ada komunikasi sama dia dsb. Dia bilang seneng banget ama musik underground - punya band & he is as a bass player. Santai aja itu yang gue bilang, dia tau gue gak sendiri - jadi menerima kondisinya.
Kembali lagi nanya, berarti si 'S' dulu sering ke rumah lo dong? iyalah dia kan dulu cowo gue. Lo ngerokok ya na? gue dah gak ngerokok, tapi tadi gue beli klo lagi pengen aja, klo isi pikiran gue dah overload itulah temen gue, tapi gue bukan rokokholic. Katanya : "Akhirnya gue ketemu lo juga na, selama ini gue hanya secret admire lo, so inilah gue". Ironis sekali hidup ini, gue berdoa semoga hati ini terus terbuka - membuka hati untuk siapa saja. Satu persatu datang, gue mencoba melanjutkan hidup sewajarnya. Tapi jiwa gue menari diatas kesepian abadi.
Gak ada yang tahu isi hati ini, cuma gue yang tahu. Kasian yah anak piatu ini, semunya serba salah. Ha3 ... tersenyum tertawa, manis setiap kata - semuanya palsu, gue hanya bersandiwara asal mereka senang. Kalau dilema itu datang, gue seperti sedang berdiri tepat di ujung tebing yang tinggi angin kencang seraya mengolengkan tubuh ini sampai tak kuasa menahan hembusannya - jatulah gue dari atas tebing itu. -The End Of Story- |