Sabtu kemaren uwak gue meninggal dunia, figurenya yang humoris gak mungkin bisa dilupain. Jelas aja kaget waktu bokap ngabarin berita itu, kebetulan gue lagi di Bogor ... sampai2 gue batalain ikut acara klien gue. Setahun tiga bulan yang lalu nyokap meninggal, terus sekarang uwak gue. Sekitar jam 8.30 malam baru sampe di rumah duka, dasar malam minggu jalanan yang macet gak ketulungan. Sesampainya disana disambut dengan kesedihan yang menyeruak. Tepat melihat jenazah uwak gue, rasanya seperti mimpi saja ... airmata tak lagi menetes, hanya takjub dengan kekuasaan Allah SWT. Sadar bahwasanya kita semua akan melewati hal ini, yaitu kematian. Gue lihat wajahnya yang terdiam, gak ada lagi candaan yang keluar dari mulutnya, gak ada lagi mimiknya yang suka ngeledekin gue kalau ketemu. Uwak gue kaku, gak berdaya dan dingin. Setelah surat Yasin dan doa dipanjatkan, gue elus tangannya untuk terakhir kali. Gue masih inget dua hari setelah nyokap meninggal, uwak gue pernah bilang kalau seumpama uwak berumur pendek, dia mau dikubur disamping ayahnya, dimandikan dan diangkat jenazahnya oleh anak2 laki-lakinya serta di imamkan oleh salah satu putranya dan dipayungkan oleh anak perempuannya. Saat kata2 itu terlontar gak pernah terbanyangkan kalau hanya dalam waktu setahun tiga bulan Allah seperti mejawab takdirnya. Alhamdullilah amanatnya terlaksana, walaupun akhirnya keluarga memutuskan untuk menguburkannya disamping kuburan Ibundanya di Jakarta. Hari minggu untuk terkahir kalinya gue mengiringinya ke mesjid untuk di sholatkan sampai penghormatan pelepasan jenazah terakhir yang penuh haru. Saat Bokap memberi sambutan dari pihak keluarga, airmata ini kembali menetes, Hmm ... memang gak semudah itu. Istri uwak gue terus pingsan dan bisa dibayangkan memang kehilangan orang yang dicintai itu memang menyakitkan. Alhamdullilah anak2nya tegar, ironis sekali mereka kini yatim dan aku piatu. Allah SWT Maha Besar, Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa2nya, menerima amal ibadah dan iman Isalamnya, melapangkan jalannya, menerangkan kuburnya, menjadikan kuburnya taman2 syurga. Dan semoga Allah SWT memberikan kita kesehatan lahir dan bathin, serta umur yang panjang agar kita bisa terus memperbaiki ibadah dan diri kita. Amien. |