| Friday, February 24, 2006 |
| cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis |
Sebuah bis datang, dan kamu bilang, "Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh! Aku tunggu bis berikutnya aja deh."Kemudian, bis berikutnya datang.Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah.."Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja. Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku". Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama. Moral dari cerita ini: sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya.Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan. Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi. Cerita ini juga berarti,kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia. Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu? -----------------------------------------------------------------------------------------------------------Kalau dibaca lebih dalam, masuk akal juga apa yang dimaksud dari perumpaan di atas. Setiap orang berharap selalu menemukan seseorang yang tepat, tapi justru sering mendapatkan orang yang salah. Sialnya adik sepupu gue ngalamin hal ini. Namanya Erni, beda tipis ma nama gue! kelemahan Erni adalah sifatnya yang mudah suka sama lawan jenis. Gak selektif dalam memilih, lebih mengikuti hasratnya saja. Kondisinya waktu itu dia sudah punya cowo, seorang cowo yang boleh dikatakan ideal buat dia saat itu. Setelah menjalani hubungan beberapa bulan dia mulai merasa jenuh, karena cowonya dah mulai sibuk dan kurang perhatian. Hal kayak gini emang yang kadang selalu jadi big deal buat kaum hawa.
Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang cowo namanya "X". Gue jelas kaget ngedenger ceritanya,"Che (panggilan buat gue), gue lagi jatuh cinta nih dan gue ngeduain Tio (pacarnya). Pokoknya orangnya asik banget deh che dan care ama gue". Aneh ... karena sebelumnya dulu dia selalu nyanjung2 cowonya. Sejak ketemu sama si "X" semuanya jadi berubah, aksi balas dendam ke cowonya karena faktor kurang perhatian semakin jadi. Kelakuan dia sama si "X" dah gak terkontrol .. sepupu gue bisa di bilang kayak orang gak sadar.
Padahal dia belum lama kenal sama cowo ini. Buruknya cowo yang dia puja2 itu, sudah menghamili seorang cewe yang x-pelacur, dan mengandung 5 bulan hasil hubungan gilanya. Cowo ini bilang kalau sepupu gue lah yang dia cintai dan dia gak mau nikah sama cewe yang dihamilinya. Dia juga bilang kalau dia di jebak sama cewe itu. Noraknya saat di tanya sama adik gue dah berapa kali kalian berhubungan intim? dia jawab berkali-kali.
Logika gue kalau emang merasa di jebak, kok bisa yah nge-Sex-nya sampe berkali2, itu sih doyan dong. Adik gue sama sekali gak perduli dengan background tuh cowo, malah apapun yang dia minta pasti di kasih. Apalagi kalau bukan duit dan duit, dah banyak duit yang keluar karena terjerat kata "Cinta". Gue selalu nasehatin dia untuk akhiri hubungan sama si "X", karena dia cowo brengsek. Tapi justru dia malah mutusin cowonya (Tio).
Wah3 semakin memuncak sikap anehnya waktu lebaran kemaren, di rumah nenek gue dia yang cuma nangis2 terus, kangen banget sama si "X", patah hati karena si "X" kawin sirih dan berencana mau kawin lari ama si "X". Melihat kondisinya yang gak wajar, sampai jatuh sakit demam tinggi, dan pikirannya cuma ke si "X" terus. Akhirnya kakaknya nagajak dia untuk ketemu Ustadz. Ternyata adik sepupu gue ini di guna-guna sama si "X", melalui media air yang pernah mereka minum bersama.
Terungkap semua kalau cowo ini, cuma mau memperdaya adik gue dari segi materi. Alhamdullilah keadaannya sudah mulai membaik, meskipun sampai saat ini masih harus sering di kontrol, karena proses menghilangkan guna-guna itu gak bisa sekaligus.
"Yah itulah, Cinta datang dan pergi ... diantaranya justru berlabuh pada orang yang salah. Lalu katakan dimana cinta yang tulus itu???" |
|
|
|
|